1. SEJARAH PENGECORAN LOGAM

b. Cetakan

Postingan ini masih lanjutan dari postingan sebelumnya yaitu mengenai Sejarah Pengecoran . Telah di katakan bahwa ketika pengecoran tembaga pertama kali ditemukan di temukan di Mesopotamia logam cair di tuang ke dalam pasir, kemudian seperti halnya cara baru, dicari akal untuk menuang logam cair ke dalam rongga yang di buat dalam batu. Bahan batu tersebut adalah pasir, batu gamping atau serpertin yang mudah di olah, kadang-kadang dipergunakan juga tanah liat untuk menguatkan.

pada mulanya benda tipis yang berbentuk seperti kapak atau pedang dicor hanya dengan mempergunakan drag
(cetakan bawah) tidak dengan kup (cetakan atas). Kemudian keduanya baik drag maupun kup dipergunakan, dan selanjutnya di cari
akal untuk membuat coran berongga dengan mempergunakan inti yang dibuat dari tanah lempung dan bubuk arang batu.

Selain dari pada cara mengukir batu atau membuat cetakan dari tanah, di kembangkan juga cara-cara
membuat cetakan dengan pola kayu dan pola lilin. Pola lilin ditutup oleh campuran tanah pasir dan tanah
liat yang kemudian dipanaskan agar lilin mencair dan terbuang, maka terbentuklah rongga cetakan. Cara tersebut merupakan
dasar dari pengecoran pasir dan pengecoran lilin seperti cara yang di kenal sekarang, dan dikatakan
bahwa cara itu telah dikembangkan lama sekali, kira-kira 2.000 tahun SM atau lebih.

Walaupun demikian teknik yang dipakai sekarang untuk membuat cetaklan pasir dengan pola kayu telah disempurnakan
di Eropa setelah abad 18, demikian juga halnya dengan teknik pencairan besi.


Read More!

1. SEJARAH PENGECORAN LOGAM

a. Mencairkan Logam

Coran dibuat dari logam yang dicairkan, dituang ke dalam cetakan, kemudian di biarkan mendingin dan membeku. Oleh karena itu sejarah pengecoran dimulai ketika
orang mengetahui bagaimana mencairkan logam dan bagaimana membuat cetakan.
Hal itu terjadi kira-kira tahun 4.000 SM, sedangkan tahun yang lebih tepat tidak diketahui orang.

Awal penggunaan logam oleh orang ialah ketika orang membuat perhiasan dari
emas atau perak tempaan, dan kemudian membuat senjata atau mata bajak dengan
menempa tembaga, hal itu di mungkinkan karena logam-logam ini terdapat di alam
dalam keadaan murni, sehingga dengan mudah orang dapat menempanya.

Kemudian secara kebetulan orang menemukan tembaga mencair, selanjutnya
mengetahui cara untuk menuang logam cair ke dalam cetakan, dengan demikian untuk
pertama kalinya orang dapat membuat coran yang berbentuk rumit, umpamanya perabot
rumah, perhiasan atau hiasan makan. Coran tersebut dibuat dari perunggu yaitu
suatu paduan tembaga, timah dan timbal yang titik cairnya lebih rendah dari titik
cair tembaga.

Pengecoran perunggu dilakukan pertama di Mesopotamia kira-kira 3.000 tahun SM,
teknik ini di teruskan ke Asia Tengah, India, China. Penerusan ke China
kira-kira 2.000 tahun SM, dan dalam zaman China kuno semasa Yin, yaitu kira-kira
1.500-1.000 tahun SM. Pada masa itu tangki-tangki besar yang halus buatannya dibuat dengan jalan
pengecoran.

Sementara itu teknik pengecoran Mesopotamia di teruskan juga ke Eropa, dan
dalam tahun 1.500-1.400 SM, barang-barang seperti mata bajak, pedang, mata tombak,
perhiasan, tangki, dan perhiasan makan di buat di Spanyol, Swiss, Jerman, Ustria,
Norwegia, Denmark, Swedia, Inggris dan Perancis.

Teknik pengecoran perunggu di India dan China diteruskan ke Jepang dan Asia
Tenggara, sehingga di Jepang banyak arca-arca Budha dibuat antara tahun 600 dan 800.

Penggunaan besi di mulai dengan penempaan, sama halnya dengan tembaga. Orang-orang Asiria
dan Mesir mempergunakan perkakas besi dalam tahun 2.800-2.700 tahun SM. Kemudian
di China dalam tahun 800-700 SM, ditemukan cara membuat coran dari besi kasar yang mempunyai
titik cair rendah dan mengandung fosfor tinggi dengan mempergunakan tanur beralas datar.

Teknik produksi ini kemudian diteruskan ke negara-negara disekitar Laut Tengah, di Yunani,
600 tahun SM,arca-arca raksasa Epaminondas atau Hercules, berbagai senjata, dan perkakas
dibuat dengan jalan pengecoran. Di India di zaman itu, pengecoran besi kasar dilakukan dan di ekspor
ke Mesir dan Eropa. Walaupun demikian baru pada abad ke 14 saja pengecoran besi kasar di lakukan
secara besar-besaran yaitu ketika Jerman dan Italia meningkatkan tanur beralas datar
yang primitip itu menjadi tanur tiup berbentuk silinder, di mana pencairan dilakukan dengan
jalan meletakkan bijih besi dan arang batu berselang-seling. Produk-produk yang dihasilkan
pada waktu itu ialah : meriam, peluru meriam, tungku, pipa dan lain-lain.

Cara pengecoran pada zaman itu ialah menuangkan secara langsung logam cair
yang didapat dari bijih besi, ke dalam cetakan, jadi tidak dengan jalan mencairkan
kembali besi kasar seperti cara kita sekarang.

Kokas ditemukan di Inggris di abad 18, yang kemudian di Perancis diikhtiarkan
agar kokas dapat dipakai untuk mencairkan kembali besi kasar dalam tanur kecil
dalam usaha membuat coran. Kemudian tanur yang serupa dengan tanur kupola yang
ada sekarang, dibuat di Inggris, dan cara pencairan besi kasar yang dilakukan
kira-kira sama dengan cara yang dilakukan orang sekarang.

Walaupun sejak masa kuno baja dipakai dalam bentuk tempaan, namun hanyalah sejak
H. Bessemer atau W. Siemens sajalah telah diusahakan untuk membuat baja dari
besi kasar, dan coran baja diproduksi pada akhir pertengahan abad 19.

Coran paduan alumunium dibuat pada akhir abad 19 setelah cara pemurnian dengan
elektrolisa ditemukan.

Read More!

Brinell Hardness Test

Brinell Hardness the hardness value shall be calculated from the following formula applying the test load to leave a spherical indentation in the test surface with a steel or tungsten carbide alloy ball indenter and the indented spherical area obtained by the diameter of indentation.


Where :
HBS : Brinell Hardness measured with a steel ball indenter
HBW : Brinell hardness measured with a tungsten carbide alloy ball indenter
F : Test load (N) (1)
S : Surface area of indentation (mm2)
D : Diameter of the ball indenter (mm)
d : Diameter of indentation

Provided that the the numerical value of HBS (or HBW) shall not be affixed with the unit.
Note : (1) When the unit of test load F is expressed in kgf, Brinell hardness shall be
calculated from the following formula :


Read More!

Jadi Pemenang Blogcontest Alnect.net

Lama juga rasanya tidak berposting di ksbforblog ini. Lama nggak di update akhirnya
tadi pagi tanpa sengaja saya membuka ksbforblog dan tanpa sengaja juga pengen lihat
postingan mengenai kontes yang di adakan alnect.net bulan lalu. ee...setelah saya lihat banner kontesnya, ternyata ada tulisan Winner ticket pada bannernya.

Dengan rasa yang campur aduk, akhirnya saya klik banner tersebut untuk melihat
pengumumannya. wow ternyata memang benar seperti apa yang tertulis di banner bahwa
saya adalah salah satu pemenang dari beberapa sekian banyak peserta kontes. Saya
ada di urutan 179 dengan mendapatkan hadiah Flashdisk 2GB.

Alhamdulillah.....akhirnya bisa juga merasakan bagaimana rasanya menjadi pemenang
sebuah kontes meski hanya mendapatkan hadiah Flashdisk 2GB dari begitu banyak
hadiah yang di sediakan oleh panpel. Bukan Flashdisknya yang membuat saya senang
tetapi proses mendapatkan Flashdisk itu sehingga saya bisa menjadi salah satu
pemenangnya.
Buat pemenang yang lain saya ucapkan selamat atas keberhasilan anda semua dalam
kontes alnect.net dan terima kasih banyak buat alnetc.net yang sudah memilih saya
menjadi salah satu pemenang kontes ini dan di tunggu kontes-kontes selanjutnya :)
Terima kasih juga buat blogger yang sudah dukung ksbforblog :)

Untuk melihat pengumumannya, silahkan klik disini.


Read More!

JENIS-JENIS POMPA DI TINJAU DARI BENTUK IMPELLERNYA

Dengan ketergantungan dari spesific speed dari pompa sentrifugal, maka impeller berbentuk :
Radial impeller, mixed flow impeller, atau axial impeller (propeller). Radial dan mixed flow impeller dapat di buat tanpa penutup bagian depannya (cover plate) dan lebih di kenal dengan open impeller, atau dengan penutup pada bagian depannya yang di kenal dengan impeller tertutup (closed impeller).

Dari ketiga jenis impeller tersebut ada juga impeller dengan bentuk-bentuk khusus untuk di pergunakan memompakan cairan-cairan seperti :
Single vane impeller, non clogging impeller, free flow impeller (vortex impeller) dan lain-lain.
Dari jenis -jenis impeller tersebut maka orang sering menamakan jenis-jenis pompa seperti :
Axial pumps, Non clogging pumps, Mixed flow pumps, Vortex pumps dan lain-lain..

Lebih jelasnya mengenai type impeller silahkan baca juga
1. Type impepeller bagian 1
2. Type impeller bagian 2

Read More!

Kamera Nikon Coolpix S520 (Alnet Computer)

Alnect computer Blog Contest
Satu lagi website yang menawarkan cara belanja secara Online.
alnet computer adalah website yang bergerak di bidang teknologi dan industri menawarkan belanja secara online dari beberapa kebutuhan elektronik. Beberapa produk yang di tawarkan dari komputer,Media player, laptop, USB, speaker, keyboard,networking,gadget dan masih banyak lagi produk-produk lain yang di tawarkan. Makanya buruan datang ke alnet computer. Alnect computer Blog Contest

Salah satu produk yang di tawarkan adalah Kamera Nikon Coolpix S520 .
Terpadu pada aplikasi yang dapat diatur khusus pada Nikon inovatif EXPEED konsep pengolahan gambar digital dan menggabungkan ketepatan optic dari lensa Nikkor, COOLPIX S520 membuatnya mudah untuk mengekspresikan ekspresi individual kedalam mode yang indah.
Alnect computer Blog Contest
Berikut spesifikasi dari Kamera Nikon Coolpix S520 :

Max. Resolution 8.0 Megapixels (Effective)
Sensor Size/Type 1/2.5'' CCD
Zoom Capability 3x Optical Zoom-Nikkor + Up 4x Digital Zoom
Focal Length (35mm Eqv.) 5.7 - 17.1 mm (35 ~ 105 mm Equivalent with 35mm)
Max Aperture f/2.8 (W) ~ 4.7 (T)
Lens Mount No
Lebih jelasnya silahkan klik link berikut
http://www.alnect.net/products.php?/10/56/125/207/Gadget/Digital_Camera/Nikon/Kamera_Nikon_Coolpix_S520
-------------------------------------------------------------------------------------
Sebagai wujud kepedulian alnet computer terhadap blogger Indonesia, Alnet computer mengadakan "Alnet komputer Blog Contest Periode 1" Dan Rebutlah Hadiah menarik dari alnet berupa :

•1 Unit Notebook Acer Aspire
•1 Unit Netbook Advan A1N70T
•1 Unit Camera Digital Shitel DB702C
•5 Unit Modem HSDPA Prolink PHS100
•10 Unit USB Flash Disk Kingston DT-G2 Kapasitas 8GB
•100 Unit USB Flash Disk Kingston DT-G2 Kapasitas 4GB

Untuk berpartisipasi silahkan Daftar di sini atau ambil tiketnya Disini
Jangan kuatir semuanya gratis atau tanpa di pungut biaya apapun.

Alnect computer Blog Contest



Read More!

SHAFT COUPLING CENTRIFUGAL PUMP

Shaft coupling used with centrifugal pumps can be divided into rigid and flexible types. Rigid couplings are mainly used to connect shafts in perfect alignment. The smallest degree of misalignment will cause considerable stress on the coupling and to the shafts. The following types are used:

 Sleeve couplings
 Muff coupling
 Serrated couplings
 Split couplings (DIN 115)
 Face plate couplings (DIN 758, DIN 759)
 Flange couplings
Flexible couplings to DIN 740 are elastic; slip free connecting elements between drive and driven machine which accommodate axial, radial and angular misalignment (Fig.1) and damp shock loads. The flexibility is usually achieved by the deformation of damping and rubber elastic spring elements whose life is governed to a large extent by the degree of misalignment.

Fig. 1 Misalignment

Fig.2 shows a spacer coupling between a pump and drive, its function is to permit removal of the pump rotating assembly without disturbing the casing or drive (back pull out design).

Fig.2 Pumps with spacer couplings


Read More!